Gunungkidul – Bupati Gunungkidul melakukan kunjungan perdana ke Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disperdaginkop UKM) yang bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK), Senin, (4/8/2026). Pertemuan ini menjadi momentum bagi jajaran dinas untuk memaparkan capaian kinerja, inovasi layanan, serta kesiapan menuju Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan dalam rangka pembinaan kepada Pegawai.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja, Kelik Yuniantoro menyampaikan bahwa salah satu poin unggulan yang disampaikan adalah transformasi layanan pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Legal. Dilakukannya jemput bola, para petugas kini memulai pelayanan sejak pukul 05.00 pagi untuk menyesuaikan dengan waktu operasional pedagang di pasar.
“Jika dulu konsumen yang menyesuaikan kita, sekarang kita yang menyesuaikan konsumen. Kami mendatangi pedagang dan bahkan membawa timbangan pengganti saat proses tera dilakukan agar aktivitas perdagangan tidak terganggu,” ujar Kepala Dinas dalam laporannya.
Sementara itu, di bidang tenaga kerja, BLK saat ini tengah menyelenggarakan berbagai pelatihan kompetensi, di antaranya servis kendaraan bermotor sistem injeksi, pemeliharaan AC, dan pelatihan teknologi informasi (NFC/RFC). Selain itu, terdapat 65 titik kegiatan padat karya yang sedang berjalan untuk menyerap tenaga kerja lokal.


Pihak dinas juga mengakui tantangan dalam mengimplementasikan sistem pembayaran non-tunai (cashless) di pasar rakyat. Saat ini, formulasi yang tepat masih terus digarap agar sistem tersebut dapat diterima dengan baik oleh seluruh pedagang dan pengunjung pasar.
Di hadapan 171 pegawai, Kepala Dinas menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dengan mengacu pada nasihat Bupati mengenai filosofi Catur Murti. Filosofi ini mengajak seluruh aparatur untuk berpikir yang benar, merasakan yang benar, berbicara yang baik, dan berperilaku yang baik dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul memberikan arahan strategis dalam acara Pembinaan Pegawai/Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul. Bupati menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM dan integritas aparatur dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berubah .
Mengawali arahannya, Bupati memberikan apresiasi kepada Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja atas konsistensinya menyelenggarakan pembinaan pegawai. Ia menegaskan bahwa pembinaan ini merupakan investasi penting untuk membentuk ASN yang profesional, adaptif, dan responsif.
Bupati juga mengajak para ASN untuk merefleksikan pesan Presiden RI pertama, Bung Karno, mengenai tantangan melawan “bangsa sendiri”. Dalam konteks ASN masa kini, tantangan terbesar adalah melawan sikap internal yang menghambat kemajuan, seperti rendahnya disiplin, budaya kerja tidak produktif, penyalahgunaan wewenang, serta ego pribadi di atas kepentingan publik.
Filosofi Pelayanan: Pamong Masyarakat
Sebagai pelayan masyarakat atau pamong, Bupati mengingatkan bahwa ASN memiliki tanggung jawab moral yang besar. ASN dituntut untuk mengedepankan prinsip Ing Ngarsa Sung Tuladha dengan menjadi teladan dalam pelayanan. Lebih lanjut, Bupati memaparkan filosofi pelayanan yang harus dipegang teguh, yaitu:
Ngayomi: Memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Ngayemi: Menciptakan rasa aman, tenang, dan nyaman dalam pelayanan.
Ngayani: Berkontribusi nyata dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Menyikapi tingginya ekspektasi publik di era digital, Bupati berpesan agar ASN tidak bersikap reaktif atau emosional (baper) saat menghadapi keluhan maupun protes warga. Kritik dari masyarakat harus dijawab dengan peningkatan kinerja, transparansi, edukasi, serta pemahaman regulasi yang kuat.
“Setiap masalah atau beban kerja jangan dianggap sebagai musibah, melainkan sarana untuk ‘naik kelas’ dan meningkatkan kualitas diri,” ungkap Bupati dalam arahannya.
Menutup rangkaian pembinaan, Bupati mengimbau seluruh jajaran untuk terus memperbarui kompetensi, menguasai teknologi, serta membangun budaya kerja yang kolaboratif dan inovatif. Meski teknologi terus berkembang, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi tatap muka secara langsung agar ASN tidak menjadi pribadi yang asosial di tengah masyarakat.